Literasi Keuangan Masyarakat Untuk Pertumbuhan Perekonomian Nasional

Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada pembangunan ekonomi. Kualitas sumber daya manusia perlu terus ditingkatkan termasuk memperkuat kompetensinya. Salah satunya adalah terkait dengan literasi keuangan.

Literasi Keuangan

Literasi Keuangan

Pengertian literasi keuangan menurut OJK adalah pengetahuan, keterampilan dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan. Pengetahuan masyarakat mengenai literasi keuangan sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan seharihari

Menurut OJK (2014) , tingkat literasi keuangan seseorang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis tingkat.

1. Well Literate.

Di tahap ini, seseorang yang mempunyai pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan dan juga produk atau jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan serta juga mempunyai keterampilan dalam memakai produk dan jasa keuangan.

2. Suff Literate.

Di tahap ini, seseorang mempunyai pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan dan juga produk dan jasa keuangan termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan.

3. Less Literate.

Di tahap ini, seseorang hanya mempunyai pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan, produk dan jasa keuangan.

4. Not Literate.

Di tahap ini, seseorang tidak mempunyai pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan dan juga produk serta jasa keuangan, serta tidak mempunyai keterampilan dalam memakai produk dan jasa keuangan.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan OJK yang dilaksanakan pada 2016, masyarakat yang sudah menggunakan produk dan layanan keuangan (inklusi keuangan) telah mencapai 67,8 persen. Namun masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan yang memadai mengenai produk dan layanan keuangan (literasi keuangan) baru 29,7 persen. Hal ini menunjukkan banyak masyarakat yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan tapi tidak dibekali dengan adanya pemahaman keuangan yang baik.

Salah satu faktor penyebab rendahnya angka literasi keuangan tersebut adalah kurangnya edukasi kepada masyarakat mengenai literasi keuangan yang ada di Indonesia.

Sebenarnya literasi keuangan tidak terbatas pada pengertian pengetahuan, keterampilan dan keyakinan akan lembaga, produk dan layanan jasa keuangan semata, tetapi juga pada sikap dan perilaku pun dapat memberikan pengaruh dalam meningkatkan literasi keuangan, yang selanjutnya dapat mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Sikap dan perilaku keuangan yang bijak tercermin dalam kemampuan seseorang menentukan tujuan keuangan,menyusun perencanaan keuangan, mengelola keuangan dan mampu mengambil keputusan keuangan yang berkualitas dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.

Pemahaman yang baik mengenai literasi keuangan dapat meningkatkan kebiasaan masyarakat untuk menabung dan berinvestasi karena hal tersebut nantinya dapat berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penggunaan produk dan layanan keuangan oleh masyarakat akan menjadi salah satu sumber dana untuk pembangunan dan memperkuat ketahanan sistem keuangan di Indonesia

Literasi keuangan masyarakat dan pengelolaan keuangan bagi setiap keluarga Indonesia merupakan hal yang penting. Keluarga merupakan salah satu tempat di mana kesehatan keuangan keluarga akan memberikan pengaruh terhadap kesehatan keuangan negara secara keseluruhan. Selain itu penanaman mengenai pengetahuan tentang keuangan semenjak dini kepada anak-anak juga nantinya dapat membentuk karakter anak yang sadar keuangan dan tidak boros.

Jika melihat fakta di lapangan, masyarakat kita sebenarnya masih belum sepenuhnya sadar pentingnya menabung dan berinvestasi bagi kehidupan ke depannya. Masih banyak kalangan yang menggunakan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari tanpa menyisakan sebagian penghasilan untuk investasi dan kebutuhan di masa depan. Mereka masih belum sepenuhnya memikirkan adanya kebutuhan mendadak atau musibah yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Masih banyak masyarakat yang berprinsip, “Yang penting hari ini bisa makan, masalah esok hari biarlah dipikirkan esok hari”. Pola pikir yang demikian membuat mereka tidak mau sedikit berkorban hari ini demi masa depan yang lebih baik.

Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat

Tapi sedikit angin segar bagi masa depan Indonesia. Kaum milenial kita mulai sadar akan pentingnya literasi dan inklusi keuangan. Mereka berbondong-bondong menyisakan sebagian penghasilan untuk berinvestasi, baik kepada pihak swasta ataupun pemerintah, baik dengan pembelian saham ataupun surat utang.

Sedikit mengejutkan, obligasi yang diterbitkan pemerintah akhir-akhir ini sangat menarik minat kaum milenial. Gencarnya sosialisasi lewat media massa dan media sosial mungkin menjadi penyebabnya. Sebuah kebanggan dan prestise tersendiri bagi mereka yang ikut menanamkan investasi kepada pemerintah. Meskipun diawali dengan niat yang tidak terlalu bijak, semoga ini menjadi langkah awal untuk masa depan perekonomian Indonesia yang makin baik.

Menurut survei yang dilakukan oleh Bank Dunia, peningkatan inklusi keuangan dengan nilai satu persen saja, maka pertumbuhan ekonomi bertambah 0,03 persen. Belum lagi efek lain dari inklusi keuangan dalam bentuk penciptaan lapangan pekerjaan, penurunan tingkat kemiskinan, dan menipiskan ketimpangan ekonomi antar kalangan masyarakat. Banyak sekali dampak positif dari meningkatnya tingkat inklusi keuangan masyarakat.

Dapat kita simpulkan bahwa peningkatan inklusi dan literasi keuangan merupakan hal penting bagi perkembangan perekonomian sebuah bangsa. Inklusi dan literasi saling melengkapi. Keduanya akan berdampak secara signifikan jika dilakukan secara beriringan dalam perekonomian. Jadi, ayo menabung dan berinvestasi, demi masa depan keluarga dan negara yang seterang mentari.

Sumber: “Pentingnya Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat bagi Pertumbuhan Perekonomian Nasional” Ditulis oleh Novita Kusuma Wardhani – Politeknik Keuangan Negara-STAN

 

Literasi Keuangan Masyarakat Untuk Pertumbuhan Perekonomian Nasional

Admin LP

Ikut mencerdaskan masyarakat dengan bacaan dan tulisan online

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *