Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 atau yang lebih dikenal dengan nama AJB Bumiputera 1912 merupakan perusahaan Asuransi Jiwa nasional pertama dan tertua di Indonesia, yang didirikan pada tanggal 12 Februari 1912 dengan nama awal Onderlinge Levensverzeking Maatschaapij Persatuan Georoe Hindia Belanda atau OLMij PGHB, di kota Magelang, Jawa Tengah.

Sejarah Singkat AJB Bumiputera 1912

Awalnya, seorang guru sederhana bernama Mas Ngabehi (M.Ng.) Dwidjosewojo Sekretaris Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) sekaligus menjadi Sekretaris Pengurus Besar Budi Utomo, sangat prihatin terhadap nasib para guru Bumiputera (pribumi), di mana saat itu kesejahteraan para guru pribumi sangat kurang terjamin, terlebih di masa tua atau pensiun. Sangat jauh dibawah guru-guru Belanda.

Ide M.Ng. Dwidjosewojo untuk menyejahterakan para guru pribumi pun sempat diutarakan dalam kongres Budi Utomo tahun 1910. Mas Ngabehi Dwidjosewojo merasa yakin kondisi perekonomian guru dapat ditingkatkan jika mereka memiliki akses ke asuransi jiwa.

Ide untuk ikut asuransi setelah Mas Ngabehi Dwidjosewojo membaca surat penawaran Nederlandsch Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij van 1859 (NILLMij) kepada seorang guru bahasa Jawa di Kweekschool (Sekolah Guru) di Yogyakarta.

Mas Ngabehi Dwidjosewojo tertarik dengan tawaran angka-angka menggiurkan dari perusahaan Belanda itu, sekaligus mendapatkan ide untuk membuat perusahaan asuransi sendiri. Terlebih di masa pemerintahan kolonial Belanda saat itu, tidak ada perusahaan asuransi yang memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia secara luas.

Menurut laman Koreka.my.id disebutkan bahwa tujuan dan pengertian asuransi demi meminimalisir terjadinya kerugian finansial yang besar dan tidak terduga yang bisa saja menimpa seseorang, baik itu resiko dari terjadinya kematian, kecelakaan, kehilangan, bencana maupun lainnya.

Hanya saja Perkumpulan Boedi Oetomo tidak memberi tanggapan yang serius, lalu ide tersebut ditawarkannya ke Perserikatan Goeroe Hindia Belanda (PGHB). Akhirnya pada kongres pertama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) di Magelang tanggal 12 Februari 1912 diputuskan mendirikan Badan Usaha Asuransi untuk melayani para guru pribumi sekolah Hindia Belanda dengan nama dengan Onderlinge Levensverzeking Maatschaapij Persatuan Georoe Hindia Belanda.

Pimpinan awal Badan Usaha O.L.Mij.PGHB adalah Mas Ngabehi Dwi Djosewojo, sebagai Komisaris. M.K.H. Seobarto menjabat sebagai Direktur dan M. Adimidjojo sebagai Bendahara (penningmeester). Ketiga orang inilah yang kemudian dikenal sebagai “tiga serangkai” pendiri Bumiputera, sekaligus sebagai awal perusahaan asuransi nasional Indonesia.

Sejarah Singkat AJB Bumiputera 1912

Perusahaan asuransi ini berbentuk usaha bersama (mutual) dari para pemegang polis. Selain Mas Ngabehi Dwi Djosewojo, M.K.H. Seobarto, dan M. Adimidjojo, ada dua mantri guru yaitu R. Soepadmo dan M. Darmowidjojo ikut bergabung, sehingga lima orang tersebut menjadi pemegang polis pertama.

O.L.Mij PGHB memulai usahanya tanpa modal. Itu sebabnya, perusahaan asuransi ini berbentuk mutual atau usaha bersama. Perusahaan menerima uang untuk pertama kalinya dari lima orang peserta kongres PGHB. Saat itu, syarat utamanya adalah bahwa ganti rugi tidak akan diberikan kepada ahli waris pemegang polis yang meninggal sebelum polisnya berjalan selama tiga tahun penuh.

Layaknya perusahaan yang baru berdiri, berbagai kesulitan menempa perusahaan ini. Kesulitan utama yang menghadang yaitu permasalahan biaya operasional. Namun, kondisi tersebut tak lantas menyurutkan semangat para pengurus untuk memajukan perusahaan.

Pada tahun 1913, O.L.Mij PGHB berubah nama menjadi Onderlinge Levensverzekering Mij (O.L.Mij) Boemi Poetera. Pergantian nama ini berlatarbelakang atas diberikannya bantuan terhadap perusahaan sebesar 300 Franc setiap bulannya dari pemerintah pada waktu itu.

O.L. Mij Boemi Poetera terus berjuang memberikan pelayanan terbaik bagi para anggotanya dalam berbagai situasi. Mulai dari pergolakan di masa sebelum kemerdekaan hingga setelah tanah air merdeka.

Pada tahun 1921 kantor  O.L. Mij Boemi Poetera yang ada di Magelang pindah ke Yogyakarta. Dan pada  tahun 1958 kantor pusat Bumiputra 1912 dipindahkan ke Jakarta. Hingga saat ini, Bumiputera menjadi salah satu asuransi terpercaya dan terkemuka di Indonesia.

logo bumiputra 1912

Meski telah lama berkiprah dan mencapai kesuksesan, AJB Bumiputera 1912 tidak pernah melupakan visinya untuk memberikan manfaat bagi semua masyarakat Indonesia melalui kerja keras dan dedikasi tenaga profesional yang menjunjung tinggi nilai-nilai idealisme dan mutualisme.

Dengan sistem kebersamaan, AJB Bumiputera 1912 senantiasa mengembangkan usaha dasar prinsip gotong royong melalui pemberdayaan potensi diri, oleh dan untuk komunitas Bumiputera.

Kepentingan bersama para pemegang polis untuk memiliki, mengendalikan dan mengarahkan nasib perusahaan, membuat Bumiputera 1912 yang berbentuk usaha bersama (mutual) unik dan berbeda dengan asuransi jiwa lainnya di Indonesia yang pada umumnya berbentuk Perseroan Terbatas. Semua pemegang polis adalah pemilik perusahaan yang mempercayakan wakil-wakil mereka di Badan Perwakilan Anggota (BPA) untuk mengawasi jalannya perusahaan.

 

Sejarah Singkat AJB Bumiputera 1912

Literasi Publik

Ikut mencerdaskan masyarakat dengan bacaan dan tulisan online

Post Comment