Penggunaan panel surya di Indonesia terus meningkat seiring naiknya harga listrik dan kesadaran terhadap energi bersih. Namun, masih banyak anggapan keliru atau mitos yang beredar di masyarakat tentang panel surya. Mitos-mitos ini sering membuat orang ragu untuk beralih ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS. Untuk membantu memahami fakta sebenarnya, berikut penjelasan beberapa mitos dan fakta seputar panel surya di Indonesia.

Mitos 1: Panel Surya Tidak Efektif Karena Cuaca Sering Mendung

Banyak orang menganggap panel surya hanya bisa bekerja saat cuaca cerah. Faktanya, panel surya tetap menghasilkan listrik meskipun cuaca mendung. Memang, produksi listrik akan menurun dibandingkan saat matahari terik, tetapi tidak berhenti sepenuhnya.

Indonesia memiliki intensitas radiasi matahari yang cukup stabil sepanjang tahun. Dengan perencanaan sistem yang tepat, PLTS tetap dapat berfungsi optimal meskipun terdapat variasi cuaca.

Mitos 2: Panel Surya Tidak Cocok untuk Iklim Indonesia

Ada anggapan bahwa suhu panas dan kelembaban tinggi di Indonesia justru merusak panel surya. Faktanya, panel surya dirancang untuk digunakan di berbagai kondisi iklim, termasuk daerah tropis.

Panel surya yang beredar di pasaran telah melalui uji ketahanan terhadap panas, hujan, dan kelembapan. Selama pemasangan dilakukan dengan benar dan menggunakan produk berkualitas, panel surya dapat beroperasi dengan baik selama puluhan tahun.

Mitos 3: Panel Surya Mahal dan Tidak Menguntungkan

Biaya awal pemasangan panel surya memang relatif besar, tetapi ini sering disalah artikan sebagai tidak menguntungkan. Faktanya, panel surya adalah investasi jangka panjang. Dalam banyak kasus, waktu balik modal berada di kisaran 5 hingga 8 tahun, sementara umur panel bisa mencapai 25 tahun atau lebih.

Setelah balik modal, listrik yang dihasilkan dapat dinikmati dengan biaya sangat rendah, sehingga secara keseluruhan lebih hemat dibandingkan terus bergantung pada listrik konvensional.

Mitos 4: Panel Surya Membutuhkan Perawatan Rumit

Sebagian orang mengira panel surya memerlukan perawatan khusus dan mahal. Faktanya, perawatan panel surya relatif sederhana. Panel tidak memiliki komponen bergerak, sehingga risiko kerusakan mekanis sangat kecil.

Perawatan rutin biasanya hanya berupa pembersihan permukaan panel dari debu atau kotoran agar penyerapan cahaya tetap optimal. Pemeriksaan sistem secara berkala sudah cukup untuk menjaga kinerja PLTS.

Mitos 5: Panel Surya Tidak Bisa Digunakan Saat Listrik Padam

Mitos ini sebagian benar dan sering disalahpahami. Pada sistem PLTS on grid, panel surya memang akan mati saat listrik PLN padam demi alasan keamanan. Namun, pada sistem PLTS hybrid atau off grid yang dilengkapi baterai, listrik tetap dapat digunakan saat terjadi pemadaman.

Artinya, panel surya tetap bisa menjadi sumber listrik cadangan jika sistem yang dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Kesimpulan

Banyak mitos tentang panel surya di Indonesia yang tidak sepenuhnya benar. Dengan pemahaman yang tepat, panel surya terbukti efektif, tahan lama, dan menguntungkan secara ekonomi maupun lingkungan.

Kunci utama keberhasilan penggunaan PLTS terletak pada perencanaan yang tepat dan pemilihan penyedia yang berpengalaman. Bagi Anda yang ingin mengetahui fakta lebih lanjut dan mempertimbangkan pemasangan panel surya, informasi dan solusi profesional dapat ditemukan melalui atwsolar.com, yang menyediakan layanan PLTS sesuai kondisi dan kebutuhan di Indonesia.

Topics #listrik #Mitos vs Fakta #panel surya