Air Sungai di Indonesia Kian Memburuk

Keadaan air sungai di Indonesia sekarang ini sangat memprihatinkan, ini semua disebabkan oleh ulah para penduduk yang menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan limbah industri dan sampah rumah tangga. Walaupun fungsinya sungai sangat jelas bagi siapapun yang melihatnya, orang-orang masih saja melempar sampah sembarangan.

Sungai di Indonesia Kian Memburuk

Bagi yang tidak tahu, sungai bisa dibilang sebagai nadi kehidupan, sejarah awal manusia bermula di sepanjang tepi sungai. Pencemaran sungai, sedikit maupun banyak, tentu akan mempunyai sebuah efek terhadap aktivitas kehidupan, baik terhadap manusia, flora, maupun fauna lokal.

Air Sumber Kehidupan

Air adalah mata air kehidupan dan di lihat sebagai kebutuhan manusia yang paling penting. Air menutupi kebanyakan permukaan bumi, dan 98% darinya adalah air asin dan tidak bisa digunakan untuk kegunaan sehari-hari karena konsentrasi garam yang berbahaya. Sekitar 2% dari air di dunia dibilang ‘baru’, tetapi 1,6% ter beku di kutub. Dan sekitar 0,36% ditemui di bawah tanah menggunakan sumur dan bendungan.

Zat mekanik dan zat kimia adalah polutan yang sedang mengkontaminasi air bersih, ini adalah salah satu masalah ekologi yang menantang kemanusiaan. Dengan meningkatnya populasi di dunia dan betapa cepatnya perkembangan sektor industri membawa kebutuhan yang meningkat dari sumber daya alam yang saking susah didapat. Di beberapa negara, air adalah sebuah harta karun yang berharga, dan sekitar 80% dari penduduk dunia menunjukkan tingkat resiko yang tinggi mengenai keamanan air

Berbagai tipe kontaminan sedang memasuki suplai air, dari limbah industri sampai aksi manusia sendiri seperti logam, pewarna, limbah medis, pestisida, dan fenol. Di dalam bidang kesehatan, ada produk perawatan pribadi, hormon, dan bahan sintetis lainnya.

Banyak racun air seharusnya di saring sebelum dilepaskan sebagai limbah, tetapi dengan kecepatan berkembangnya di dalam sektor industri dan dengan perkembangan zat-zat baru yang diproduksi dan di jual untuk pasar bebas, lama-kelamaan zat-zat tersebut akan berakhir di dalam sungai, dan dengan waktu yang cukup, akan mengalir ke lautan, menyebabkan masalah yang lebih banyak lagi.

Dan jangan lupa mikroorganisme yang menular melalui air, patogen tersebut mempunyai ciri yang berbahaya dan membuat mereka mudah meresap dan melewati pengecekan/inspeksi air. Patogen tersebut akan menular dan memasuki selokan, sungai, dan akhirnya, memasuki kesediaan air minum.

Efek Pencemaran Sungai

Berikut ini adalah efek-efek dari penyalahgunaan sumber daya alam pada kehidupan sehari-hari kita :

  • Pencemaran air tanah dari pestisida menyebabkan kerusakan reproduksi dalam binatang liar di ekosistem sekitar.
  • Limbah, pupuk, dan pertanian yang mengandung bahan organik yang dibuang ke perairan, akan meningkatkan pertumbuhan alga, yang akan menyebabkan penipisan kadar oksigen di sungai. Kadar oksigen yang rendah tidak mampu mendukung organisme lokal di daerah dan karena itu mengganggu keseimbangan ekologi alam di sungai dan danau.
  • Atap yang tua dapat menyebabkan polusi jika mereka tidak dikelola atau dibersihkan dengan baik. Jika air sedang mengalir dari atap, air dapat menjadi tercemar dan kemudian mengalir ke rumah dan menyebabkan lebih banyak polusi ke lingkungan sekitar.
  • Berenang di dalam, dan minum air yang terkontaminasi menyebabkan ruam kulit dan masalah kesehatan seperti kanker, masalah reproduksi, demam tifoid dan penyakit perut pada manusia.
  • Zat kimia bekas industri dan pestisida pertanian yang berakhir di lingkungan perairan dapat terakumulasi dalam ikan yang kemudian dimakan oleh manusia. Ikan mudah diracuni dengan logam yang juga kemudian dikonsumsi oleh manusia. Merkuri sangat beracun bagi anak-anak kecil dan perempuan. Merkuri telah ditemukan untuk mengganggu perkembangan sistem saraf pada janin dan anak-anak.
  • Ekosistem hancur oleh suhu naik di dalam air, seperti terumbu karang dipengaruhi oleh efek pemutihan karena suhu hangat. Selain itu, suhu hangat memaksa spesies lokal untuk mengungsi ke daerah dengan air yang hangat, menyebabkan penyimpangan ekologi sekitar.
  • Sampah yang dihasilkan manusia dari barang-barang seperti kantong plastik dan pengait kaleng bisa tertangkap disekitar leher, tangan, atau kaki hewan air, mencekik atau menyusahkan mereka untuk bertahan hidup. – Pencemaran air menyebabkan banjir akibat akumulasi limbah padat dan erosi tanah di sungai.
  • Tumpahan minyak di air menyebabkan hewan mati ketika mereka menelan atau temui tumpahan tersebut. Karena minyak tidak larut dalam air, ini akan mengakibatkan sesak napas pada ikan dan burung.

Bahaya Pencemaran Air

Hampir semua polusi air yang ada di dunia itu berbahaya bagi manusia serta spesies binatang yang menempati sekitar sungai; natrium terlibat dalam penyakit kardiovaskular (jantung), nitrat pada gangguan darah. Merkuri dan timbal (lead) dapat menyebabkan gangguan saraf.

Loading...

DDT (dichlorodiphenyltrichloroethane) adalah sebuah racun bagi manusia yang dapat mengubah kromosom. PCB (polychlorinated biphenyls) menyebabkan kerusakan pada hati dan saraf, letusan kulit, muntah, demam, diare, dan kelainan janin. Seiring banyak pantai, kerang tidak bisa lagi diambil karena kontaminasi oleh DDT, limbah, atau limbah industri.

Disentri, salmonellosis, cryptosporidium, dan hepatitis antara penyakit yang ditularkan oleh limbah di minum dan mandi air. Di daerah jawa, pantai, sungai, dan danau telah oleh limbah industri, limbah kota, dan limbah medis.

Pencemaran air merupakan masalah yang lebih besar di Dunia Ketiga (third world countries), dimana jutaan orang mendapatkan air untuk minum dari sungai yang tidak dilindungi dan kolam yang terkontaminasi dengan kotoran manusia. Jenis kontaminasi telah diperkirakan menyebabkan lebih dari 3 juta kematian setiap tahunnya karena diare di negara-negara Dunia Ketiga, kebanyakan dari mereka anak-anak.

Proposal Pelestarian

Sebenarnya, ekosistem air dapat melakukan ‘rehabilitasi’ secara alami apabila terjadi pencemaran air. Namun, kemampuan rehabilitasi ini ada batasnya. Oleh karena itu, setidaknya harus ada upaya untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran air. Cara mengatasi pencemaran air dapat dilakukan mulai dari pengenalan dan perilaku yang baik oleh masyarakat.

Selain itu, ada beragam tindakan lain selain tindakan pencegah yang bisa dilakukan. Baca Tantangan Menghadapi Kualitas Air. Berikut ini beberapa tindakan yang dapat kita lakukan sebagai cara mengatasi pencemaran air, yaitu:

  • Melestarikan pohon di hulu sungai: Ini agar erosi tidak terjadi di sekitar hulu sungai dan mencegah lumpur berlebihan untuk mengalir ke lautan. Ada dua cara untuk melakukan ini, yaitu dengan melakukan reboisasi di sungai, atau dengan melarang pemotongan pohon di hulu sungai.
  • Meningkatkan perhatian masyarakat terhadap pencemaran sungai: solusi ini dalam kertas bisa diatasi dengan sangat mudah, tetapi dalam praktik, pemerintah di seluruh dunia sudah mencoba untuk mengajarkan penduduknya agar tidak membuang sampah sembarangan.
  • Membangun pabrik pengolahan limbah: Ini mungkin solusi yang bisa memperbaiki masalah ini dengan menyeluruh. Dengan cepatnya perkembangan industri Indonesia, solusi ini sangat diperlukan secepatnya, tetapi dengan biaya pemerintah yang ketat dan lahan yang sudah sempit di Jakarta, mungkin akan menyulitkan proses implementasi.

Menanggulangi Masalah Pencemaran Air

Ada beberapa hal yang bisa ditanggulangi tentang pencemaran air, termasuk:

  1. Sadar akan kelangsungan kesediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
  2. Tidak membuang sampah rumah tangga ke sungai.
  3. Setiap perusahaan minyak diwajibkan memiliki peralatan yang dapat membendung tumpahan minyak dan kemudian menyedotnya kembali. Dengan demikian, tumpahan minyak tidak akan melebar luas sehingga pengaruhnya terhadap pencemaran dapat berkurang.
  4. Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah yang akan merusak ekosistem sekitar.
  5. Mengurangi penggunaan pestisida dalam membasmi hama tanaman. Musuh-musuh alami (predator) hama tanaman perlu dikembangkan agar dapat membasmi hama tanpa pestisida.
  6. Pembuatan sanitasi yang benar agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.
  7. Menanamkan pohon agar mencegah erosi, longsor, dan meningkatkan kualitas air sungai.
  8. Daur ulang, yaitu pengolahan kembali sampah-sampah menjadi bahan yang berguna.

Sampah-sampah yang busuk dan bahan organik (yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan), dapat diolah kembali menjadi pupuk yang disebut pupuk kompos. Kaleng-kaleng bekas seperti aluminium dapat diolah kembali menjadi besi atau pembentuk besi yang baru. Demikian pula barang-barang bekas lainnya, semua dapat didaur ulang sehingga menjadi bahan berguna.

Sumber: Cavin Dicky, Jurnal Bumi dan Alam Semesta Vol 1

 

Air Sungai di Indonesia Kian Memburuk

Loading...

Ikut mencerdaskan masyarakat dengan bacaan dan tulisan online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *