4 Virus Mematikan Yang Pernah Terjadi Di Dunia

Virus Corona Covid-19 sudah membuat penduduk dunia di tahun 2020 ini menjadi paranoid karena penyebarannya yang melalui udara dan sangat tidak terduga. Tapi ternyata penyebaran virus seperti ini pernah terjadi di masa lalu. Kira-kira penyebaran virus apa aja sih yang pernah terjadi dan sangat mematikan di masa lalu itu?

virus paling mematikan

4 Virus Mematikan Di Dunia

Berikut ini 4 pandemik yang disebabkan oleh penyebaran virus yang mirip dengan virus Corona saat ini, bahkan jauh lebih mematikan.

1. Virus Black Death

Black Death

Wabah ini disebut sebagai black death atau wabah hitam karena orang yang terinfeksi virus ini akan mengalami gejala penghitaman pada bagian kulit karena adanya pendarahan pada lapisan bawah kulit. Selain itu akan muncul benjolan-benjolan pada kulit bagian leher, ketiak dan pangkal paha akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Ukuran benjolan ini juga beragam, mulai dari seukuran telor hingga seukuran buah apel. Orang yang terkena virus ini hanya akan diberi harapan hidup selama 1 minggu.

Ada beberapa cara dalam penyebaran virus black death ini, diantaranya melalui gigitan kutu, kontak langsung dengan hewan pengerat seperti tikus dan penyebaran melalui udara.

Karena wabah hitam ini, banyak fanatisme dan semangat akan religi berkembang di eropa yang berujung dengan pengucilan orang-orang yang memiliki kelainan kulit dan penyerangan terhadap kelompok tertentu seperti orang Yahudi, Biarawan, orang asing, pengemis dan peziarah. Hal tersebut mereka anggap bisa membantu mengatasi masalah wabah ini.

2. Virus Flu Spanyol

flu spanyol

Meski namanya Flu Spanyol, flu ini ternyata berasal dari Kansas, Amerika Serikat. Wabah Flu Spanyol ini meledak pada tahun 1918 dan meluas hampir ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia (Hindia Belanda kala itu).

Dinamakan Flu Spanyol karena pemberitaan media-media Spanyol yang saat itu cukup terbuka dalam menyampaikan informasi pandemik ini selama Perang Dunia 1. Penyebaran dari virus ini sangatlah cepat karena media penyebarannya adalah udara.

Dalam waktu 1 tahun, virus ini berhasil menjangkiti sekitar 40% dari populasi dunia saat itu dengan estimasi korban meninggal karena wabah virus ini mencapai 50 juta bahkan 100 juta jiwa atau sekitar 3-5% penduduk dunia saat itu. Jumlah korban yang sangat fantastis ini menjadikan Flu Spanyol sebagai bencana paling mematikan sepanjang sejarah manusia.

Gejala Flu spanyol ini mirip dengan gejala flu normal seperti demam, mual, nyeri dan diare. Hal yang selanjutnya terjadi adalah penderita akan mengalami paru-paru basah atau pneumonia berat. Wajah atau tubuh pasien akan membiru akibat kehabisan oksigen karena paru-paru dipenuhi dengan zat berbusa dan berdarah. Pandemik flu spanyol ini berakhir pada tahun 1919.

3. Virus Ebola

virus ebola

Loading...

Wabah ebola pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di dekat sungai Ebola, Kongo. Pada awal temuan wabah ini, terdapat 5 jenis virus ebola, dan 4 diantaranya bisa menimbulkan penyakit pada manusia. Ebola dapat menyebar melalui kontak darah, cairan tubuh ataupun jaringan hewan dan manusia yang terinfeksi virus ini. Persentase tingkat kematian pasien yang terjangkit ebola ini bisa mencapai 50%.

Pada tahun 1976, terdapat 318 orang yang terjangkit virus ebola ini dan 280 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Kasus tertinggi terjadi pada tahun 2014 sampai 2016, 28.652 orang terjangkit virus ebola ini dan sebanyak 11.325 orang akhirnya meninggal karena virus mematikan ini.

Pasien yang mengidap virus ebola ini akan mengalami beberapa gejala. Pada hari ke 2 hingga hari ke 21, pasien akan merasakan demam, sakit kepala, menggigil, nyeri otot dan tubuh terasa sangat lemas. Tahap selanjutnya akan muncul ruam pada kulit, mata memerah, nyeri lambung, nyeri dada, mual muntah, diare yang disertai pendarahan, hingga mengeluarkan darah melalui mulut, telinga, hidung bahkan mata.

Hingga saat ini belum ada obat ataupun vaksin yang disetujui untuk mengatasi virus ebola ini. Para peneliti sudah mengembangkan vaksin tersebut dan mengujinya pada hewan, namun untuk pengujian manusia belum bisa dilakukan karena masih membutuhkan banyak pengujian untuk memastikan vaksin tersebut benar-benar aman digunakan pada tubuh manusia untuk mencegah virus ebola ini.

4. Virus Marburg

marburg virus

Virus ini dinamakan sesuai dengan nama kota dimana virus ini pertama kali ditemukan. Singkat cerita, Pada tahun 1967 sebuah laboratorium di Marburg, Jerman, menerima beberapa kera hijau dari Uganda, Afrika, untuk penelitian vaksin polio manusia. Namun beberapa saat setelah sampai di Jerman, beberapa kera mengalami demam parah hingga menyebabkan kematian.

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, 25 pekerja laboraturium yang mengalami kontak langsung dengan kera-kera tersebut dilaporkan mengalami demam parah, serta 6 orang tenaga medis dan keluarga yang merawat ikut terkena demam. Kejadian tersebut mengakibatkan total pasien sakit sebanyak 31 orang, dimana 7 diantaranya meninggal dunia.

Virus marburg ini termasuk virus tipe zoonosis yaitu virus yang ditularkan melalui hewan dan manusia. Virus ini menyerang manusia dan primata. Kelelawar buah, Rousettus Aegyptii dianggap sebagai hewan yang menjadi inang dari virus ini.

Pada wabah gelombang pertama, tingkat kematian yang disebabkan virus merburg ini sebesar 25%, namun pada tahun 1998-2000 dan 2005 tingkat kematian meningkat hingga 80%. Gejala yang terjadi pada orang yang terinfeksi virus ini berupa demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot, diare berlebihan, sakit perut dan kram serta mual disertai muntah. Jika sudah fatal, pasien akan mengalami pendarahan pada hari ke 8-9 setelah gejala umum terjadi.

Nah itulah beberapa tragedi penyebaran virus yang mirip dengan virus Corona saat ini, bahkan jauh lebih mematikan. Semoga penyebaran virus Corona itu bisa segera di tangani agar tidak menimbulkan lebih banyak korban jiwa Kalau misalkan kalian punya pendapat juga tentang virus-virus tersebut.

 

4 Virus Mematikan Yang Pernah Terjadi Di Dunia

Loading...

Ikut mencerdaskan masyarakat dengan bacaan dan tulisan online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *